Dalam
menjalankan usaha, pemilik perusahaan ritel juga memerlukan ilmu dalam melihat
kesempatan pasar, agar keuntungan yang akan didapatkan oleh perusahaan nantinya
menjadi maksimal. Berikut bagian-bagian dari kesempatan pasar ritel:
a. Pasar
Potensial Ritel
Sebuah industri ritel harus bisa melihat potensi pasarnya, hal ini bisa
dijadikan cara mencari lokasi untuk industri ritel dan faktor-faktor apa saja
yg menjadi tolak ukur dari pemain ritel. Ada delapan faktor utama yg perlu kita
lihat dan pelajari dengan baik, yaitu:
1.
Population Characteristic
Populasi
karakter ini adalah hal yang terpenting, yang harus dilihat sebagai langkah
potensi pasar pertama. Lihat secara detail dari populasi yang ada di area
tersebut, baik dalam jumlah perkembangan penduduk, fasilitas yang mendukung
industri ritel itu, baik dalam industri sektor lain tapi yang mempunyai
multiplier effect dengan usaha ritel kita, seperti industri jasa ataupun
industri sosial faktor di daerah itu, seperti rumah sakit,sekolah dll.
2.
Buyer Behavior Characteristics
Hal lain yang
sangat menjadikan sebuah potensi pasar dalam menganalisa pasar yang ada adalah
langkah kita melihat dan mengenal kelakuan (behavior) karakter dari pembeli
pasar tersebut. Sebagai contoh,di salah satu daerah yg akan dibuka sebuah
supermaket, kebiasaan dan karakteristik penduduk daerah tersebut dalam
berbelanja adalah membawa anaknya, maka sudah jelas jika ingin membuka
supermaket di sana, hal pertama yg menjadi acuan dari kebiasaan (behavior)
pembeli/penduduk dengan berbelanja bersama anaknya adalah sebuah tempat
bermain.
3.
Household Income
Kekuatan rata-rata pendapatan keluarga
di daerah tersebut juga menjadikan apakah daerah tersebut pasar yg berpotensi
untuk industri Ritel kita, karena jika pendapatan keluarga di daerah tersebut
tidak terdistribusi dengan baik, maka pasarnya tidak stabil, dan juga peta
potensi pasar kita tidak imbang.
4.
Household Age Profile
Umur dan kategori dari keluaaga yang
berdomisili disekitar potensi pasar yang akan kita bidik juga menjadi pengaruh
yang besar. Sebuah potensi pasar di daerah yang berkembang populasi dengan
penduduk dengan usia muda akan menjadikan potensi pasar dipengaruhi gaya
hidupnya (lifestyle).
5.
Household Composition
Komposisi
keluarga ini sangat berpengaruh dengan potensi pasar. Perusahaan industri Ritel
seharusnya selalu melihat perkembangan komposisi keluarga ini setelah tahun ke
tahun karena daerah mereka karakternya berkembang sesuai umur dari pembeli dan
potensi pasar yang ada menjadi bergeser arahnya.
6.
Community Life Cycle
Pasar potensi
yang sedang kontinyu bertumbuh karena ini yang sedang pesat-pesatnya dan secara
tidak langsung memberikan kesempatanpotensi pasar yang baik dan bergairah untuk
masa investasi mereka.
7.
Population Density
Populasi
kepadatan ini bisa dikonotasikan dengan jumlah orang per meter persegi dari
potensi pasar yang ada karena ini menjadikan patron dari kekuatan pembeli yang
ada. Semakin besar kepadatan populasinya, maka kita sebaiknya menyiapkan luas
toko yang sesuai dengan potensi pasarnya.
8.
Mobility
Jika potensi pasar yang ada dipenuhi dengan gaya pembeli atau orang yang mobilitasnya tinggi, maka sudah jelas mereka adalah pasar potensi yang bergerak jadi, bukan acuan untuk selalu datang ke lokasi Ritel kita yang ada di dekat mereka, karena mereka adalah pembeli yang bergerak.
Jika potensi pasar yang ada dipenuhi dengan gaya pembeli atau orang yang mobilitasnya tinggi, maka sudah jelas mereka adalah pasar potensi yang bergerak jadi, bukan acuan untuk selalu datang ke lokasi Ritel kita yang ada di dekat mereka, karena mereka adalah pembeli yang bergerak.
b. Memulai
Bisnis Ritel
Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang
klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang
takut memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber
ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai
bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat
menjalaninya dengan optimistis. Salah satu seminar Gerald Abraham salah seorang
penasehat bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah
konsultan keuangan di tahun 2006, berisi tentang menjadi sukses dengan memahami
aspek penting sebelum memulai usaha, yaitu:
·
Memahami konsep produk atau jasa secara
baik
·
Membuat visi dan misi bisnis
·
Perlunya winning, positive dan learning
attitude untuk menjadi sukses
·
Membuat perencanaan dan strategi bisnis
yang efektif akan menghindari usaha
·
Pengetahuan dasar manajemen, organisasi
dan sistem akan menghindari usahadaripada risiko manajemen.
·
Optimalisasi sumber daya manusia maka
50% usaha Anda sudah berhasil.
·
Kreativitas, kepemimpinan dan proses
pembuatan keputusan sangat penting
·
Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan
dan pembiayaan
Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya.
Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya.
·
Pemasaran, pelayanan dan product brand
Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar untuk meningkat penjualan dan keuntungan usaha.
Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar untuk meningkat penjualan dan keuntungan usaha.
c. Eksistensi
Bisnis Ritel
Keberadaan pasar modern memberikan banyak pilihan bagi konsumen dalam
menentukan lokasi berbelanja. Apalagi belakangan ini jumlahnya juga semakin
banyak. Namun, bagi pebisnis pasar tradisional, tentu memiliki arti lain. Ketatnya
persaingan bisnis ritel mendorong para pengusaha untuk melakukan terobosan
dalam strategi berdagang, baik menyangkut kemasan toko,pelayanan,hingga soal
harga produk. Hal ini tentunya akan memberi keuntungan lain bagi para calon
pembeli. Konsumen juga memegang kendali dalam menentukan hidup matinya sebuah
toko modern, bahkan berpengaruh dalam pertumbuhan pasar modern.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar