Ritel atau yang biasa disebut
dengan eceran merupakan suatu cara
pemasaran produk yang pada prakteknya pengecer melakukan pembelian produk dalam
jumlah besar kepada produsen untuk kemudian dijual kembali dalam jumlah kecil
kepada konsumen akhir, untuk penggunaan pribadi.
Perkembangan
jaman juga menyebabkan perkembangan pada berbagai bidang, ini juga yang
mempengaruhi pertumbuhan pasar ritel di Indonesia. Bidang yang mempengaruhi
pertumbuhan pasar ritel yaitu:
- Perkembangan demografi: Pertumbuhan jumlah penduduk seiring waktu, menyebabkan meningkatnya permintaan akan barang dan jasa.
- Pertumbuhan ekonomi: Pertumbuhan ekonomi menyebabkan miningkatnya tingkat taraf hidup masyarakat, pertumbuhan ini menyebabkan semakin beragamnya barang-barang yang dibutuhkan masyarakat.
- Bidang sosial budaya: Masyarakat yang semakin aktif dalam kehidupan sosial akan meningkatkan aktivitas pengadaan barang dan jasa guna memfasilitasi kegiatan mereka.
- Kemajuan teknologi: Memberikan kesempatan kepada produsen untuk menawarkan produk yang lebih memikat serta lebih inovatif, terlebih di bidang teknologi.
- Globalisasi: Gaya hidup adalah aspek kehidupan masyarakat yang dipengaruhi oleh globalisasi, khususnya perkembangan yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat.
- Bidang hukum dan peraturan: Peraturan besarnya pajak.
Menurut Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo),
pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia antara 10%–15% per tahun. Jumlah gerai
ritel modern di Indonesia mengalami pertumbuhan rata-rata 17,57% per tahun, dalam
periode enam tahun terakhir. Pertumbuhan jumlah gerai tersebut tentu saja
diikuti dengan pertumbuhan penjualan. Jumlah pendapatan terbesar merupakan
kontribusi dari hipermarket, kemudian disusul oleh minimarket dan supermarket. Ini
disebabkan oleh perilaku berbelanja penduduk Indonesia yang sudah mulai
bergeser, dari berbelanja di pasar tradisional menuju pasar modern. Dengan
dibukanya pintu masuk bagi para peritel asing sebagaimana Keputusan Presiden
No. 118/2000 ritel asing mulai marak masuk ke Indonesia. Masuknya ritel asing
dalam bisnis ini menunjukkan bisnis ini sangat menguntungkan. Namun di sisi
lain, masuknya hipermarket asing yang semakin ekspansif memperluas jaringan gerainya,
dapat menjadi ancaman bagi peritel lokal. Usaha ritel kecil yang dimiliki oleh
masyarakat terancam ditinggalkan dan tidak menutup kemungkinan bisa membuat
pemilik ritel kecil tersebut kehilangan mata pencahariannya.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar