Minggu, 03 November 2013

Masalah-Masalah Sosial yang Timbul Akibat Kebijakan Ekonomi


Kebijakan ekonomi adalah sebuah kebijakan pemerintah dalam mengambil kebijakan atau keputusan di bidang ekonomi, dapat juga terpengaruh oleh lembaga-lembaga internasional seperti Bank Dunia serta keyakinan politik dari pihak-pihak yang memegang kekuasaan negara saat itu, contohnya Amerika.
Tujuan utama atau akhir kebijakan ekonomi adalah untuk meningkatkan taraf hidup atau tingkat kesejahteraan masyarakat. Diukur secara ekonomi, kesejahteraan masyarakat tercapai bila tingkat pendapatan riil rata-rata per kapita tinggi dengan distribusi pendapatan yang retif merata.

Ada tiga macam kebijakan Ekonomi menurut agregasinya, yaitu:

a.   Kebijakan ekonomi mikro.
Kebijakan pemerintah yang ditujukan pada semua perusahaan tanpa melihat jenis kegiatan yang dilakukan oleh atau disektor mana dan diwilayah mana perusahaan yang bersangkutan beroperasi. 

b.   Kebijakan Ekonomi Meso 
Kebijakan meso dalam arti regional adalah kebijakan ekonomi yang ditujukan pada wilayah tertentu. Misalnya kebijakan pembangunan ekonomi di kawasan timur Indonesia (KTI), yang mencakup kebijakan industri regonal, kebijakan investasi regional dan sebagainya. Kebijakan ini bisa dikeluarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. 

c.   Kebijakan Ekonomi Makro 
Kebijakan ini mencakup semua aspek ekonomi pada tingkat nasional, misalnya kebijakan uang ketat (kebijakan moneter). Kebijakan makro ini bisa mempengaruhi kebijakan meso (sektoral atua regional), kebijakan mikro menjadi lebih atau kurang efektif. 

Instrumen yang digunakan untuk kebijakan ekonomi makro adalah tarif pajak, jumlah pengeluaran pemerintah melalui APBN, ketetapan pemerintah dan intervensi langsung di pasar valuta untuk mempengaruhi nilai tukar mata uang rupiah terhadap valas. (Tulus Tambunan, 1996). 

      Kebijakan ekonomi kerap menimbulkan masalah sosial, seperti pada kebijakan BBM. Meningkatnya harga BBM menimbulkan banyak kesulitan bagi para pengusaha, karena meningkatnya biaya produksi yang menyebabkan banyak perusahaan terpaksa untuk mengurangi banyak pekerjanya untuk mengimbangi biayanya. Akibat pengurangan pekerja inilah banyak bermunculan pengangguran, seiring dengan bertambahnya pengangguran maka resiko angka kemiskinanpun semakin melonjak, masyarakat miskinpun tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya untuk makan, dampak ini meluas menjadi meningkatnya angka masyarakat yang kekurangan gizi.


Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar