Rabu, 10 November 2010

Pencemaran Air

Keadaan di Indonesia ini semakin memprihatinkan, banyak sekali terjadi polusi terutama di Jakarta, tempat dimana pusat pemerintahan berjalan. Sebagai warga negara yang baik, kita harus terus menjaga keasrian lingkungan dengan berbagai cara. Seperti kata orang bijak “Siapa yang menanam, maka dia yang akan menuai”.
Artikel ini bertujuan untuk menyadarkan khalayak ramai, terutama warga Indonesia untuk lebih menyayangi negeri sendiri dengan cara memperkecil kegiatan yang dapat menimbulkan kerusakan karena terlalu banyaknya polusi yang terjadi di negeri ini. Artikel ini juga bertujuan untuk mengingatkan bahwa bumi ini sudah semakin tua, sudah sepantasnya kita yang tinggal didalamnya melakukan sesuatu hal yang bermanfaat untuk kelangsungan hidup manusia.
Air adalah unsur yang banyak sekali menjadi korban polusi, ini terjadi karena banyak hal. Mulai dari sedikitnya kesadaran warga yang membuang sampah di sungai atau kali, sampai idustri besar yang dengan sengaja membuang limbahnya ke saluran air maupun akibat proses alam. Jika ini terus dibiarkan maka akan menimbulkan banyak hal, yaitu matinya hewan atau tumbuhan air dan berkurangnya kandungan oksigen dalam air.
Dalam kesempatan ini, saya akan membahas pencemaran air oleh industry dengan bahan buangan cairan berminyak. Minyak tidak dapat larut di dalam air, melainkan akan mengapung di atas permukaan air, bahan buangan cairan berminyak yang di buang ke air lingkungan akan mengapung menutupi permukaan air. Kalau bahan buangan cairan berminyak mengandung senyawa yang volatile maka akan terjadi penguapan dan luar permukaan minyak yang menutupi permukaan air akan menyusut. Penyusutan luas permukaan ini tergantung pada jenis minyaknya dan waktu lapisan minyak yang menutupi permukaan air dapat juga terdegradasi oleh mikroorganis tertentu, namun memerlukan waktu yang cukup lama.
Lapisan minyak di permukaan air lingkungan akan mengganggu kehidupan organisme dalam air. Hal ini disebabkan oleh :
1.   Lapisan minyak pada permukaan air akan menghalangi difusi oksigen dari udara ke dalam air sehingga jumlah oksigen yang terlarut di dalam air menjadi berkurang. Kandungan oksigen yang menurun akan mengganggu kehidupan hewan air.
2.   Adanya lapisan minyak pada permukaan air juga akan menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam air sehingga fotosintesis oleh tanaman air tidak dapat berlangsung. Akibatnya, oksigen yang seharusnya dihasilkan pada proses fotosintesis tersebut tidak terjadi. Kandungan oksigen dalam air jadi semakin menurun.
3.   Tidak hanya hewan air saja yang terganggu akibat adanya lapisan minyak pada permukaan air tersebut, tetapi burung airpun ikut terganggu karena bulunya jadi lengket, tidak bisa mengembang lagi terkena.
4.   Selain itu, air yang telah tercemar oleh minyak juga tidak dapat dikonsumsi oleh manusia karena seringkali dalam cairan yang berminyak terdapat juga zat-zat yang beracun, seperti senyawa benzene, senyawa toluene dan lain sebagainya.

Kesimpulannya:
Minyak tidak dapat larut didalam air sehingga menghalangi disfungsi oksigen dari udara kedalam air. Adanya minyak dalam air juga juga akan menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam air sehingga proses fotosintesis oleh tanaman tidak berlangsung.

Sumber: Google, Wikipedia dan Science Daily


Tidak ada komentar:

Posting Komentar