Keadaan di Indonesia
ini semakin memprihatinkan, banyak sekali terjadi polusi terutama di Jakarta,
tempat dimana pusat pemerintahan berjalan. Sebagai warga negara yang baik, kita
harus terus menjaga keasrian lingkungan dengan berbagai cara. Seperti kata orang
bijak “Siapa yang menanam, maka dia yang akan menuai”.
Artikel ini
bertujuan untuk menyadarkan khalayak ramai, terutama warga Indonesia untuk
lebih menyayangi negeri sendiri dengan cara memperkecil kegiatan yang dapat
menimbulkan kerusakan karena terlalu banyaknya polusi yang terjadi di negeri
ini. Artikel ini juga bertujuan untuk mengingatkan bahwa bumi ini sudah semakin
tua, sudah sepantasnya kita yang tinggal didalamnya melakukan sesuatu hal yang
bermanfaat untuk kelangsungan hidup manusia.
Air adalah unsur
yang banyak sekali menjadi korban polusi, ini terjadi karena banyak hal. Mulai
dari sedikitnya kesadaran warga yang membuang sampah di sungai atau kali,
sampai idustri besar yang dengan sengaja membuang limbahnya ke saluran air
maupun akibat proses alam. Jika ini terus dibiarkan maka akan menimbulkan
banyak hal, yaitu matinya hewan atau tumbuhan air dan berkurangnya kandungan
oksigen dalam air.
Dalam kesempatan
ini, saya akan membahas pencemaran air oleh industry dengan bahan buangan
cairan berminyak. Minyak tidak dapat larut di dalam air,
melainkan akan mengapung di atas permukaan air, bahan buangan cairan berminyak
yang di buang ke air lingkungan akan mengapung menutupi permukaan air. Kalau
bahan buangan cairan berminyak mengandung senyawa yang volatile maka akan
terjadi penguapan dan luar permukaan minyak yang menutupi permukaan air akan
menyusut. Penyusutan luas permukaan ini tergantung pada jenis minyaknya dan
waktu lapisan minyak yang menutupi permukaan air dapat juga terdegradasi oleh
mikroorganis tertentu, namun memerlukan waktu yang cukup lama.
Lapisan minyak di
permukaan air lingkungan akan mengganggu kehidupan organisme dalam air. Hal ini
disebabkan oleh :
1.
Lapisan minyak pada permukaan air akan
menghalangi difusi oksigen dari udara ke dalam air sehingga jumlah oksigen yang
terlarut di dalam air menjadi berkurang. Kandungan oksigen yang menurun akan
mengganggu kehidupan hewan air.
2.
Adanya lapisan minyak pada permukaan
air juga akan menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam air sehingga
fotosintesis oleh tanaman air tidak dapat berlangsung. Akibatnya, oksigen yang
seharusnya dihasilkan pada proses fotosintesis tersebut tidak terjadi.
Kandungan oksigen dalam air jadi semakin menurun.
3.
Tidak hanya hewan air saja yang
terganggu akibat adanya lapisan minyak pada permukaan air tersebut, tetapi
burung airpun ikut terganggu karena bulunya jadi lengket, tidak bisa mengembang
lagi terkena.
4.
Selain itu, air yang telah tercemar
oleh minyak juga tidak dapat dikonsumsi oleh manusia karena seringkali dalam
cairan yang berminyak terdapat juga zat-zat yang beracun, seperti senyawa
benzene, senyawa toluene dan lain sebagainya.
Kesimpulannya:
Minyak tidak dapat larut didalam air
sehingga menghalangi disfungsi oksigen dari udara kedalam air. Adanya minyak
dalam air juga juga akan menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam air
sehingga proses fotosintesis oleh tanaman tidak berlangsung.
Sumber: Google, Wikipedia dan Science Daily
Tidak ada komentar:
Posting Komentar