Tidak dapat dipungkiri bahwa hingga saat ini,
bahan bakar fosil merupakan bahan bakar yang paling luas dan paling sering
digunakan oleh seluruh manusia di dunia ini. Penggunaan jenis bahan bakar ini
semakin lama semakin tinggi, seiring dengan meningkatnya aktivitas dan jumlah
penduduk bumi ini. Kenyataan itulah yang membuat dunia sekarang berada pada dua
ancaman sekaligus, yaitu pemanasan global yang terus meningkat dan kelangkaan
sumber energi masa depan akibat berkurangnya bahan bakar fosil. Beberapa solusi
pun mulai ditawarkan oleh para ilmuwan. Salah satu yang paling efektif dan ramai
diperbincangkan adalah...
penggunaan bahan bakar alternatif.
penggunaan bahan bakar alternatif.
Baru-baru ini telah ditemukan energi alternatif
dari kulit durian, penemunya adalah siswi kelas 1 SMA bernama Huwaida Najla
Alaudina. Dia mengambil unsur natrium dan kalium dari tengah kulit durian
kemudian menumbuk bagian tersebut. Kemudian, didiamkan selama beberapa menit.
Sembari menunggu hasil tumbukan agak kering, dipilih baterai kering yang sudah
tidak terpakai. Buang kulit luar pembungkus baterai. Setelah itu, buka penutup
atas baterai, buang isi baterai yang berupa serbuk berwarna hitam (pasta).
Serbuk warna hitam ini memiliki kandungan manga,besi,karbon,dan tembaga. Isi
inilah yang nantinya diganti dengan serbuk dari kulit Durian. Saat di cek
dengan alat multitester, ternyata kekuatan daya batu baterai itu hampir sama
dengan baterai baru, yakni sebesar 1,5 volt. Baterai hasil olahan ini
mampu menghidupkan bola lampu ukuran kecil. Kandungan energi baterai ini mampu
bertahan hingga lima hari.
Kesimpulannya:
Dari artikel diatas menunjukkan bahwa sesuatu
yang kita anggap tidak berharga seperti kulit durian itu ternyata masih bisa
dimanfaatkan menjadi listrik yang mengaliri batu baterai.
Sumber : MetroTV.com , Google, Net Sains, dan Science Daily.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar