Rabu, 10 November 2010

Energi Alternatif


Tidak dapat dipungkiri bahwa hingga saat ini, bahan bakar fosil merupakan bahan bakar yang paling luas dan paling sering digunakan oleh seluruh manusia di dunia ini. Penggunaan jenis bahan bakar ini semakin lama semakin tinggi, seiring dengan meningkatnya aktivitas dan jumlah penduduk bumi ini. Kenyataan itulah yang membuat dunia sekarang berada pada dua ancaman sekaligus, yaitu pemanasan global yang terus meningkat dan kelangkaan sumber energi masa depan akibat berkurangnya bahan bakar fosil. Beberapa solusi pun mulai ditawarkan oleh para ilmuwan. Salah satu yang paling efektif dan ramai diperbincangkan adalah...
penggunaan bahan bakar alternatif.

Baru-baru ini telah ditemukan energi alternatif dari kulit durian, penemunya adalah siswi kelas 1 SMA bernama Huwaida Najla Alaudina. Dia mengambil unsur natrium dan kalium dari tengah kulit durian kemudian menumbuk bagian tersebut. Kemudian, didiamkan selama beberapa menit. Sembari menunggu hasil tumbukan agak kering, dipilih baterai kering yang sudah tidak terpakai. Buang kulit luar pembungkus baterai. Setelah itu, buka penutup atas baterai, buang isi baterai yang berupa serbuk berwarna hitam (pasta). Serbuk warna hitam ini memiliki kandungan manga,besi,karbon,dan tembaga. Isi inilah yang nantinya diganti dengan serbuk dari kulit Durian. Saat di cek dengan alat multitester, ternyata kekuatan daya batu baterai itu hampir sama dengan baterai baru, yakni sebesar 1,5 volt. Baterai hasil olahan ini mampu menghidupkan bola lampu ukuran kecil. Kandungan energi baterai ini mampu bertahan hingga lima hari.

Kesimpulannya:
Dari artikel diatas menunjukkan bahwa sesuatu yang kita anggap tidak berharga seperti kulit durian itu ternyata masih bisa dimanfaatkan menjadi listrik yang mengaliri batu baterai. 

Sumber : MetroTV.com , Google, Net Sains, dan Science Daily.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar