Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kejadian fenomena Cincin Matahari, karena memang sudah beberapa kali terjadi dan berhasil membuat gempar orang yang melihatnya. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Cincin Matahari ini sangat indah, karena matahari seakan terlihat mempunyai cincin yang berwarna-warni seperti pelangi dan tidak sedikit orang yang sempat menyangka bahwa matahari dengan cincinnya ini adalah sebuah UFO. Istilah lain dari cincin disebut halo yang berasal dari...
bahasa Yunani Kuno artinya lingkaran bulan.
bahasa Yunani Kuno artinya lingkaran bulan.
Kepala Laboratorium Hidrometeorologi Fakultas Geografi UGM Sudibyakto mengatakan, kejadian alam yang unik ini merupakan fenomena atmosferik yang biasanya terjadi pada musim hujan. Pada fenomena ini, cahaya matahari dipantulkan oleh uap air yang naik di atmosfer. Cahaya dipancarkan sehingga terlihat sebagai cincin pelangi.
Selama musim hujan banyak uap air naik ke atmosfer hingga mencapai lapisan troposfer dengan ketinggian lebih kurang 10 40 kilometer (Km). Akibatnya, terjadilah suhu yang sangat dingin di lapisan troposfer, yaitu sekitar minus 30-40 derajat Celsius. Pada saat inilah, uap air di lapisan troposfer ters ebut berfungsi sebagai kaca yang dapat memantulkan cahaya matahari.
Fenomena tersebut sama persis dengan fenomena terbentuknya pelangi, hanya saja pelangi biasanya terjadi pagi atau sore hari, di mana sudut matahari terhadap bumi masih relatif rendah, sedangkan Cincin Halo itu pada siang hari.
Menurut Guru Besar Geografi UGM tersebut, fenomena ini sering disebut sebagai cincin pelangi karena lapisan warnanya mirip pelangi. Hanya saja, warna tersebut tidak selengkap warna pada pelangi.
Sumber: Detik.com, Kompas, dan Wikipedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar